sempat saya melakarkan stanza-stanza puisi yang tidak seberapa sewaktu melepaskan sebentar kelelahan di pundak fikir dan beban. khas buat sahabat yang menemani saya ketika itu, Wan Hidayatun Mardhiah.. 🙂

 

[gambar di atas tiada kaitan hidup dan mati]

Gadis itu leka termenung,

Dalam gerimis senja yang menemani,

Menyuburkan  kesyahduan,

Membuahkan kesyukuran..

 

Galak matanya menatap lukisan alam,

Mencoretkan puisi ketenangan,

Meleraikan derita yang bertamu di hati,

Dalam siulan langkisau kehidupan,

 

Gadis itu leka mentafsir,

Segala madah ujian yang bersimpongan,

Sedang insan lain tersadung rebah,

Dalam memahami siratan makna kehidupan,

 

Gadis itu masih di situ,

Masih kekal dengan garisah damainya,

Meski gerimis telah berubah hujan.

Advertisements